3 Juli 2012.
H-5 SIMAK UI 2012. Saat itu gue merasa gagal. Kenapa gue segini fail-nya di simak ui. Seakan gue ga akan ikut simak ui. Gue menangis sekeras-kerasnya saat malam itu. Menyalahkan diri sendiri. Tapi, memang hanya diri sendiri yang patut disalahkan atas ketidakdisiplinan tersebut.
Dan ini............. SMS yang berisi promosi untuk ikut SMUP juga membuat gue jadi lebih down. Sempat menjadi booming saat itu karena isu yang beredar adalah yang dapet sms itu ga lolos unpad ah, dan gue dapet. Gue narik napas dan meyakini
kalopun gue gagal masuk unpad, itu bukan karena sms itu bukan?
Gue rasa, suasana terasa semakin menegangkan.
6 Juli 2012.
Sudah dipastikan pengumuman akan datang malam ini. Dari pagi, eh bahkan dari malam, hati ini udah ga karu-karuan. Cepet muntah, cepet nangis, gampang bengong, belajar pun enggan. Duh, kacaulah hidup gue saat itu. Terluntang-lantung nasib.
Pagi hari gue masih bisa senyum, datang dengan mencoba memasang muka biasa. Les seperti biasa. Sesudah les gue menyempatkan diri ke smansa. Tau apa yang orang2 bilang tentang gue?
Syaf, muka lu tegang banget. Pucat. Kaya mayat idup
Separah apakah...... :( tapi emang tiap ada detik yang kosong, pasti pikiran gue melanglang buana. Abis dari smansa, gue menghabiskan waktu di NF, mencoba konsentrasi belajar karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mencoba untuk tidak terlalu banyak tertawa, --agar nantinya tidak menangis--
tapi... akhirnya tangis gue pecah juga.
Setelahnya, gue kayak ditampar. Dihadapkan pada realita kalo gue ga dapet snmptn. Nangis.. Kejer. Yang ada dipikiran gue hanya satu, iya, orang tua gue. Gue ngebayangin harus bilang 'aku ga keterima' lagi dua kali. Saat ngebayangin itu, tubuh gue kayak memberi energi ke mata supaya ngucurin air mata terus. Bener-bener gabisa berhenti. Apalagi saat itu sudah jam lima lewat tiga puluh. Ya, saatnya kita pulang. Pulang juga bukan berarti tangisan ini berhenti. Entah kenapa lho, bener2 down banget. Lemes bawaannya. Hanya bisa berdoa dalam hati. Meminta izinMu agar bisa menjadi sebaik-baiknya dokter.
"YaAllah berikanlah yang terbaik untukku. Apabila menjadi dokter bisa menjadikan aku sebagai manusia yang bermanfaat bagi banyak orang, dekatkanlah. Entah itu di Bandung atau di Semarang yaAllah... Tapi, jika menjadi dokter bukan yang terbaik untukku, jauhkanlah yaAllah.. Berikanlah aku dan orang tuaku ketegaran dalam menghadapinya dan tunjukkanlah tempat yang lebih baik untukku"
Doa itu teurs menerus gue panjatkan. Tak kenal waktu, tak kenal tempat. Dalam bengong pun biasanya ada sedikit doa tercurah.
18.00
Tangan gue udah mulai dingin, pelan-pelan gue ambil wudhu buat sholat maghrib, kemudian mencoba menenagkan jantung yang udah.................terlalu keras detakannya dengan AlQuran. Dan dilanjutkan dengan sholat hajat. Agak lebih tenang setelah ini. Gue menarik napas panjang, membuka twitter dan ternyata masih blm bisa dibuka webnya.
19.00
Ups sudah jam 7. Pelan-pelan gue buka internet. Dan mulai membuka web tersakral itu (!!) memasukkan nomoor dan tgl lahir, setelah dipastikan benar, gue pencetlah enter itu. Sembari menutup bantal gue lari keluar kamar dan ternyata adzan isya. Langsunglah gue sholat isya dengan agak gemetar. Balik lagi ke kamar sambil membaca tahmid tahlil segala macem doa yang gue hafal. OH, Unable to connect. SO great!! (bahkan ada yang sampe beberapa jam kemudian baru buka)
Ternyata setelah diulang............
Selamat Anda diterima di pendidikan dokter Universitas Diponegoro
Mahasuci Allah yang Mahabesar. Allahuakbar. Alhamdulillah. Kabar baik terus bedatanagan, tapi juga kabar baik ini diiringi dengan kabar baik yang tertunda. Ah, aku yakin mereka punya jalannya masing2. Ya kan Ya Allah? :)
Alhamdulillah, agak ga nyangka dengan kenekatan ini. Bener-bener ya, kalau Allah udah berkehendak, apapun bisa dilalui. Thank You Allah, now I am a doctor soon to be :)
Semarang I'm coming!
ps. selanjutnya kisah gue di fk undip dilanjutkan dengan label 'cerita di diponegoro' :)

No comments:
Post a Comment