Thursday, 27 December 2012

cukupkan saja.

Kebahagiaan adalah kesetiaan.
Setia atas indahnya merasa cukup. 
Setia atas indahnya berbagi.
Setia atas indahnya ketulusan berbuat baik.

--Tere Liye, novel "Moga Bunda Disayang Allah"

Bahkan dengan cukup, masih bisa dicari celah untuk berbagi. 
Dan selalu, yang berlebihan dan yang kekurangan jatuhnya tidak akan baik. Selalu. 

Ibu

Sedang merenungkan hal ini, (dikutip dari page Mas Darwis Tere Liye yang mengutip juga dari buku 'Habibie dan Ainun')

“Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin bagi saya untuk bekerja pada waktu itu. Namun, saya pikir buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan risiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang dan saya bentuk sendiri pribadinya? Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak? Seimbangkah orangtua kehilangan anak dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu."

- Ainun

Karena sejatinya, seorang ibu yang cerdas akan menghasilkan anak-anak yang cerdas pula. Seorang ibu yang berilmu akan berusaha sekuat mungkin menjadikan anaknya lebih berilmu dari dirinya. 

Dan gak ada kata buat ga setuju dengan ini,

Wanita punya peranan penting dalam pembangunan suatu negara. Sebagai seorang ibu. 

Tapi, pertanyaannya adalah,

Sudikah gue setelah belajar selama enam tahun, berlelelah-lelah, bercucuran keringat namun pada akhirnya tidak memakai jas putih, tidak mengalungkan stetoskop bahkan tidak akan ada di kawasan rumah sakit. 


Entahlah, tidak ada kesimpulan tentang mana yang lebih baik. Hanya bisa berdo'a


Izinkan YaRabb, untuk tetap menjadi ibu dan sekaligus menjadi dokter tanpa mengurangi peranan sebagai Ibu (Toh kan sama-sama merawat? :p)

Friday, 7 December 2012

Waktu itu, pulang jam 11 malam setelah membuat mading. Entah zat apa yang sedang merasuki gue, dengan keadaan belum mandi, gue mulai membereskan kamar. Jam sebelas malam. Tidak puas hanya membereskan kamar, gue mencuci baju. Jam setengah dua belas malam. Seselesai nyuci pun gue masih bisa menyempatkan diri untuk mengerjakan tugas.

 Bandingkan dengan suatu malam, tanpa tugas, ujiannya masih jauh. Di malam harinya gue hanya menghabiskan dengan online, nonton, sesekali baca tapi hanya sedikit dan sisanya tidur. Padahal menurut logika, saat setelah membuat mading kondisi gue adalah belum pulang dari pagi, dari ngampus, tapi masih bisa menyempatkan diri, atau lebih tepatnya bersemangat melakukan aktivitas di malam hari. Tapi, mengapa ya? Jika tidak ada kerjaan yang mendesak jatuhnya malah males-malesan? Kurang produktif lah kurang lebih.

Gue jadi inget kata-kata mbak mentor gue kalo emang biasanya yang aktif justru bisa lebih memanage waktu sendiri dibanding yang bukan aktivis. Bahkan aada seseorang temen gue yang ipnya lebih tinggi saat dia berorganisasi dibandingkan dengan ip dia ketika tidak ada acara-acara seperti itu.



Maka, jadilah seorang yang aktif. Karena dengan mengerjakan sesuatu lah, hidup menjadi lebih berkualitas.

Selama November

Lihat postingan terakhir kapan kan? Bulan Oktober. Dan sekarang pun sudah memasuki angka tujuh di bulan ke dua-belas, yang artinya..... blog ini melewatkan waktu di bulan sebelas tanpa ada satu postingan pun!*nyesel T~T

Yah sebenernya.....Bulan November kali ini disponsori oleh.....

MAGA!

Maga itu semacam pengenalan UKM lebih dalam sebagai perantara masa dari masa steril hingga masa <s>fertil</s> normal. Nah, disini sistemnya mirip dengan ospek. Dibagi kelompok kecil, diberi tugas dan sebagai sebagainya. Di Maga ini, gue ketemu lagi sama kelompok yang dulu pernah gabung di ospek. Setelah melalui perjalanan panjang selama Maga, gue jadi deket deh sama kelompok fasil delapan belas. Ini dia nih yang mewarnai hari-hari gue selama bulan sebelas. Gak pagi gak malam ketemu mereka lagi mereka lagi fufu.

Hidup Doris&Ranking 1!! yeay!