Monday, 1 April 2013

Beginilah



Ya…beginilah. 
Bukankah ini keinginanmu?
Pilihanmu yang tak terpaksa?
Doamu sendiri?
Yang terus kamu ucapkan tanpa kenal lelah, dimanapun kamu berada, dan pada setiap orang yang kamu kenal selalu kamu mintai agar mendoakanmu selalu. Dan kemudian kamu keluarkan jurus-jurus janji,  yang kamu obral kepada Tuhanmu jikalau doa itu terkabul.
Lantas, sekarang. Ketika ia telah bertransformasi menjadi nyata, 
kemanakah janji-janji yang kamu lontarkan pada Tuhanmu?
Iya. Janji. Pada. Tuhanmu.
Kemana?

Sebuah Pesan


Penerima surat yang tadinya kamu, sekarang sudah berubah. Abisnya, aku gangerti kalo kamu yang nerima reaksinya bakal apa. Mungkin, dicabik-cabik tuh kertas, aku dimaki-maki, terus aku gabakal ditemenin lagi sama kamu. Sayang, padahal maksud aku baik loh. Hm, iya iya aku harus lebih baik lagi buat jadi orang yang pandai dalam menyampaikan sebuah pesan.
Kamu tau gak siapa penerima surat itu sekarang? Dialah Allah, yang menciptakan kita :) Dia bisa aja menyampaikan pesan itu dengan hidayahnya, dengan cara-cara yang sangat halus. Udah aku buktikan loh -kepada orang lain- 
Semoga pesan ini tersampaikan lagi ya, entah dalam bentuk apa. Aku hanya ingin kita sama-sama meniti kebaikan dan menebarkannya. 
Terimakasih.
Yang menyayangimu karena Allah. 

Benci.


Aku selalu benci hal ini. Rentetan kata yang telah menari-nari di kepala mendadak hilang. Saraf dan tangan kehilangan kekoherensinya. Aku seperti kompas dengan jarum yang bergeser ke kanan kemudian ke kiri lagi kemudian kembali lagi ke kanan. Aku kehilangan arah, aku kehilangan tujuan.
Hey otak, bekerjalah! Aku ingin meluapkan perasaanku. Jangan kau tahan….
Ini bukan sekali-kalinya terjadi padaku.
Tolong jangan katakan otak ini beku (lagi)…
tahu kalau surat yang akan aku tulis adalah untukmu.

Cinta Allah kepada manusia menghadirkan lembaran kertas sarat makna berisi kisah yang bisa dipetik manfaatnya. enam ribu enam ratus enam puluh enam ayat terkumpul menjadi seratus empat belas surat yang dibagi menjadi tiga puluh juz. Dua tahun lebih Nabi menerima petunjuk yang datangnya bukan tiba-tiba melainkan secara perlahan. Tiada keraguan didalamnya. Sama sekali. 
Masihkah para manusia mengingkarinya? Sementara yang harus ia lakukan tinggalah membaca.