Wednesday, 26 February 2014

#10MinsToWrite Launching

Lama tidak mengunjungi laman ini. Hehe. Kadang saya agak ketawa-ketawa kecil liat postingan saya yang baheula, apalagi blog sebelah yang sudah saya tutup. Kadang saya geleng-geleng. Manggut-manggut. Bete sendiri. Haduh, ada-ada aja kelakuan saya.

Jadi rencananya saya ingin membuat blog ini masiv kembali karena menurut pengalaman saya ada tulisan-tulisan yang masuk ke golongan bloggerable dibanding tumblrable. 

Satu setengah tahun sudah saya duduk di bangku kuliah. Rasa pahit getir perjuangan sudah sering dirasa. Suka duka dari mulai pertemanan hingga masalah nilai pun menjadi biasa. Lagi-lagi masalah manajemen waktu, rasa-rasanya saya selalu menaruh "Rajin Menulis" sebagai resolusi. Resolusi dimanapun, kapanpun, saat 2012, 2013, bahkan 2014. Tapi saya tidak melihat adanya perubahan dari frekuensi tulisan saya. Ngono-ngono, thok kalo kata orang jawa. Padahal saya sadar bahwa hobi saya ini adalah hobi yang bisa dikembangkan, sangat bisa. Tapi, ya itu seringkali rasa ketidakpercayaan diri saya muncul begitu saja, halus membisikkan saya bahwa saya tidak akan sebanding dengan si ini atau duh tulisan si X keren bgt seakan-akan saya tidak akan bisa menulis seperti itu. Kenyataan sekarang sih saya pikir saya belum ada di level itu tapi untuk menaikkan saya dari satu level ke level berikutnya bukannya ada faktor penting bernama frekuensi? Ya, dari situlah saya bisa mengevaluasi kinerja saya dalam menulis.  

Adakah kata-kata yang aneh? Terlalu sederhana kah? Bagaimana kepaduannya? Kekayaan diksinya? Sudah cukup dalam kah pembahasannya? 


"Dengan membaca kamu akan tahu dunia. Dengan menulis, dunia akan mengenalmu."


Cukup banyak inspirasi menulis yang saya dapatkan, dari mulai tulisan Agustinus Wibowo yang rangkaian katanya indaah sekali, sangat kritis saya pikir tulisan beliau sampai kakak kelas saya (almarhumah) Kak Novi yang melalui tulisannya dapat menginspirasi banyak orang. ya karena dengan tulisan pula ada kenangan yang tak terlupa, membacanya lagi akan membangkitkan emosi saat proses penulisan dahulu.

Saya tidak ingin hilang begitu saja, tanpa jejak. 

Berlatar belakang keinginan saya yang menggebu untuk rajin menulis dan kemalasan saya untuk menuliskannya setiap hari :p , saya mencoba me-launching program untuk diri saya sendiri. Pemicu agar saya mau menulis setiap hari, bisa dikata paksaan juga sih.


Karena kata-kata tiap hari harus nulis sudah terlalu mainstream dan otak saya sudah mulai kebal, maka bismillahirrahmanirrahim..............
inilah #10MinsToWrite!
Punteun yah kalo abal, maklum newbie euy hehe :>


#10MinsToWrite adalah sebuah sarana pemicu. Kata-kata sepuluh menit menunjukkan waktu yang sebentar. Dengan begitu persepsi kita akan beranggapan ayo nulis, cuma sepuluh menit aja kok. Lo aja bisa nge-twitter-an setengah jam lebih, rempong-rempong edit foto sampe satu jam, masa nulis sepuluh menit aja gabisa? Meskipun pada akhirnya tidak selesai dalam sepuluh menit, bisa jadi lebih. Haha. Namanya juga pemicu, boleh dong kalau lebih?

  #10MinsToWrite versi saya akan memaksa saya untuk menulis, dari mulai diari harian, kisah pribadi berhikmah, resensi buku, opini, pemikiran dan lain sebagainya. Apapun, yang penting ada tulisan yang dihasilkan setiap harinya tentu dengan topik yang berbeda. Dengan begitu pula saya dituntut untuk cari topik menarik setiap hari. Sebenarnya ide itu ada dimana aja kan ya? Tinggal bagaimana kita melihat peluang itu sebagai sebuah ide tulisan.

Karena #10MinsToWrite ini untuk saya belajar, maka saya menggunakan blog ini sebagai wadahnya. Blog yang cukup sepi. Soalnya kalau ramai, saya bisa jadi malu atas tulisan saya yang mungkin kadang nyeleneh, atau gak mutu :))


Disinilah saya belajar. Semoga bisa memberi inspirasi kepada khayalak, bisa menebarkan manfaat dari apa-apa yang saya share. Saya sangat berharap ada sejumput ilmu yang dapat diambil oleh teman-teman semua.

Kalau ada komentar, saran, kritik, ataupun masukan boleh banget! Saya pribadi sangat senang jika ada yang mau share ilmu terutama tentang tulis menulis:)

Last but not least, doakan saya istiqamah!

Best Regards,
Syaffa Sadida Zahra