Wednesday, 25 June 2014

Bukan Sekadar Hamdalah


"Maka nikmat Tuhanmu Yang Manakah yang kami dustakan"

Sudahkah aku memaknai syukur sebenar-benarnya?
Atau hanya lisan yang bergerak mengucap "alhamdulillah"?

Padahal kita punya apa sih?
Semuanya juga akan kembali
Bukan punya kita, kan?

Maka apa kita pantas berlarut dalam kesedihan yang terlalu lama sedang itu bukan dan tidak akan menjadi milik kita?

Dan sebenarnya.... apa ada yang lebih menyedihkan dari kehilangan rahmat Allah?

Saat dijauhkan dari nuansa kebaikan.
Saat merasa berat dengan hidup di dunia.
Saat dimanjakan dengan fasilitas lantas secara perlahan menepi dari lingkaran kebaikan.
Saat tidak menjadikan rasa syukur sebagai pendorong untuk berbuat baik yang lebih banyak.
Saat tidak dimudahkan dalam beramal.
Saat susah melaksanakan sunnah-sunnahNya.

Adakah yang lebih sedih dari itu?

No comments: