Friday, 15 August 2014

Akhirnya Tumpah (1)

Lima bulan tidak bertemu.
Ada harapan yang tercipta. Ada tawa antara kita. Ada senyum membuncah pada setiap pagi. Ada tatapan penuh kasih sayang. Ada rindu yang mencair pelan-pelan.

Adalah Ayyas Muhammad Alfatih. Seorang laki-laki yang hadir menyapa dunia saat umur saya masih tiga tahun delapan bulan. Intinya adalah, adek saya ini sekarang sedang menjalani masa labil SMA. Salah satu proses menuju kedewasaan.

Karena Ayyas selama tiga tahun terakhir masuk boarding school, dan saya pun mulai merantau, maka kedekatan saya dan Ayyas tidak pernah benar-benar terukur. Jika saya sedang menjenguk Ayyas di sekolahnya dulu memang keharmonisan itu tercipta dengan sendirinya, tapi itu wajar, kan?

Saya masih gangerti sedekat apakah saya dan Ayyas sebenarnya? 

Akhirnya saya punya satu checklist selama liburan :

PDKT Adek. 

Pendekatan ini saya mulai dari memantau aktivitasnya.

Biasanya pagi-pagi Ayyas nonton tivi (lebih tepatnya kartun) bersama adik saya yang satu lagi (4 thn). Terus main hape, main laptop, tidur, main hape. Yaa, setidaknya itu yang dia lakukan selama liburan ini.

Kemudian, aku mulai pancing dengan rentetan pertanyaan super kepo seorang kakak kepada adiknya. Dari mulai hari pertama SMA gimana, kakak kelasnya gimana, ngapain aja, apa yang masih dibingungin, gimana keadaan hati, termasuk masalah cinta juga gw kepoin :P tapi yang ini dia gamau ngaku padahal gw tau x)

Sampai pada satu kesempatan kami sekeluarga pergi ke salah satu toko perbelanjaan.

"Kak, topinya bagus yang mana?"

Duh deek tau aja cara bikin aku senyum. Untung Ayyas ini orangnya ga peka-peka banget jadi Ayyas ga sadar kalo kakaknya ini lagi kesenengan banget akibat pernyataan yang baru ia lontarkan.

Yang bikin seneng lagi adalah,
Saat aku menunggu Ayyas yang lagi belanja, tetiba ia menghampiriku dan bilang,

"Kakak mau pilih yang mana?" *sambil nunjukkin 2 topi*
"Loh kamu beli dua, Yas?"
"Engga, ini buy one get one kak. Cepet ih yang mana."

Meskipun di endingnya tetep ada kata yang ngeselin, makasih banyak atas senyum hari ini ya dek :)


Satu hal, pendekatan kakak kepada adiknya akan lahir saat yang berbicara bukan dari mulut. Tapi dari hati.
Percayalah secuek apapun kakak ataupun adikmu, sayang mereka ke kita selalu ada.
Karena kakak dan adik pernah merasakan hangatnya rahim ibu yang sama :)






No comments: