Tuesday, 24 March 2015
Perasaan ini kita yang kelola!
Akan tiba satu masa dimana semangatmu bergelora, ingin ini ingin itu, ubah ini ubah itu, gemes disana-sini, siang malam memikirkan cara menuju ke tujuanmu.
Namun, akan tiba juga suatu masa dimana kamu merasa lelah, ingin berhenti, masih banyak urusan yang belum terselesaikan, capek, merasa sudah sangat sibuk.
Lalu, kamu akan menyendiri, memikirkannya masak-masak, dan akhirnya memaksa dewasa dirimu sendiri.
Perasaan memang ibarat dua mata pedang.
Ia tajam ke atas, perasaan ingin berkontribusi, perasaan ingin berjuang. Ia menyibak tabir-tabir ketidakmungkinan. Meretas msetiap makna untuk satu tujuan.
Ia juga bisa tajam ke bawah, membasmi semangat menjadi potongan-potongan kecil oleh karena hal sepele: tidak dihargai, merasa sendiri, tidak nyaman.
Karena perasaan ini kita yang kelola! Ayo, kendalikan dirimu, jangan terlena oleh perasaan yang terlalu menggebu atau bahkan sebaliknya, terlalu sensitif.
Berbahagialah. Bahagia itu pilihan. Orang yang dicintai Allah adalah orang yang selalu bahagia apapun takdir yang Allah berikan.
Jika kelelahan-kelelahan itu datang, berteriaklah dari dalam hati yang terdalam bahwa ini langkah kebahagiaanku. Karena aku menemukan banyak hikmah atas takdir-takdirku.
Mas Upi
Namanya Luthfi, tapi ia biasa dipanggil Mas Upi. Kita baru dipertemukan hari ini dalam episode 1, Petualangan Yora-Yoru.
Mas Upi dari awal kegiatan duduknya tidak pernah di depan Yora, ia duduk di pinggir, sesekali memperhatikan Yora/Yoru, kemudian mengalihkan pandangan ke mainan yang ia bawa dari rumah.
Pipinya gemuk, bulu matanya lentik, bicaranya hemat. Lucu sekali anaknya.
Kata Bu Guru, Mas Upi kalau makan sayur selalu cuma makan kuahnya aja. Tidak tertarik makan sayurnya.
Aku pun tertarik mendatangi Mas Upi karena kelucuannya, ketika bu guru menyuapkan sendok yang berisi kuah, Mas Upi makan dengan lahap, tapi ketika Bu Guru menyuapi dengan sendok yang berisi kuah dan sedikit bayam, ia langsung berkata
"Gamau"
dicoba lagi,
"Gamau ada ijo-ijonya."
Terus saya iseng nyuapin Mas Ufi.
"Yuk aaa"
"Gamau ada ijo2nya."
Percobaan kesekian,
"Yuk aaa ini ada jagungnya dikit yah, enak kok warnanya bagus lagi."
Mas Ufi membuka mulutnya!
Setelah sendok masuk, ia menahan sendok itu dengan giginya. Akhirnya saya mainin aja itu sendoknya.
"Nah sekarang tambah ijo dikit ya? dikiiit aja"
Mas Ufi membuka mulutnya lagi!
Meskipun cuma kurang lebih sepuluh suap, saya senang sekali bisa menyuapi Mas Ufi kuah dengan sayur.
Semoga makin lahap ya Mas Upi di episode berikutnya ;)
---------
Semarang, 11 Maret 2015
Wednesday, 11 March 2015
PETUALANGAN YORA YORU : PENDAHULUAN
"Hei, kamu coba lihat langit! Apakah kamu melihat ada planet yang aneh?"
"Aku hanya melihat bundar-bundar tidak jelas,"katanya sambil memutar fokus teleskop.
"Coba kamu fokuskan lagi." akhirnya ia mendatangi teleskopnya dan membantu untuk mencari fokusnya.
"Loh kok ada bundar warna hijau tapi hijaunya sedikit sekali? Kok jadi dominan coklat?"
"Kamu ingat dulu pernah melihat planet itu?"
"Iya, dulu warnanya hijau sempurna."
-----------
Planet Sayuro. 31 Januari 2045.
Konferensi PSD (Pemimpin Sayur Dunia)
"Kita tidak bisa seperti ini terus! Bisa-bisa habis planet kita," Yora angkat bicara. Sudah lama sebenarnya ia menanti kesempatan untuk bicara di hadapan raja-raja dunia.
"Lalu kita harus bagaimana?" sahut pemimpin sidang konferensi.
"Kita harus mencari pertolongan!"
"Wah gila kamu! Planet kita ini adalah planet yang pertama kali diciptakan. Mau dikemanakan harga diri kita?" sahut yang lain.
"Hei! Masih bisa-bisanya kamu berkata seperti itu? Lihat planet kita sudah 69% dikuasai rombongan jangko. Mau sampai kapan kita seperti ini? Mau punah populasi kita?!" nada Yora semakin tinggi.
"Sudah-sudah jangan bertengkar. Yora, apakah kamu berkenan untuk mencari pertolongan? Sementara kamu mencari pertolongan, kita bersiap siaga disini," akhirnya Pemimpin sidang konferensi menengahi.
"Baik, saya dan saudara saya, YORU akan mencari bantuan ke Bumi. Mohon doanya teman-teman."
.
.
Yora dan Yoru melengos pergi.
-----------
"Yora, kita akan ke bumi bagian mana?"
"Kita cari negara yang maritimnya paling luas, dekat dengan garis khatulistiwa, negara tropis dengan tanah yang mudah ditanami. Satu-satunya cara adalah meningkatkan populasi kita dengan banyak menanam,"
Yoru mencari peta dan menunjuk di kawasan Asia Tenggara,
"Sepertinya Indonesia adalah destinasi yang baik."
"Baik, bersiaplah, Indonesia aku berharap padamu."
------------
TKIT Baitussalam,
Semarang
BUK!
Roket mendarat dengan tidak sempurna.
"Ah, aku lupa menyalakan navigasinya."
"Kita sedang dimana?"
Yora menyalakan GPSnya.
"Semarang?"
"Apakah ini tujuan utamamu?"
"Sudahlah, semoga kita bisa mendapat banyak bantuan di Semarang. Kita tidak punya banyak waktu!"
---------------------
Petualangan Yora-Yoru merupakan program edukasi kreatif untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap sayuran dalam rangka menurunkan risiko terkena penyakit tidak menular (PTM).
Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak yang lebih suka memakan junk food dibanding makanan berserat seperti sayur/buah. Selidik punya selidik, ternyata kurangnya konsumsi sayuran merupakan salah satu faktor risiko PTM yang terkait dengan pola makan masyarakat. Parahnya lagi, Riskesdas mengatakan bahwa 93,6% masyarakat Indonesia masih kurang dalam mengkonsumsi sayuran.
Untuk itu dibutuhkan upaya pengendalian pola makan, terutama dalam meningkatkan konsumsi sayuran. Namun sayangnya, orang dewasa sebagai faktor risiko yang cukup tinggi dalam terkena PTM sudah memiliki habit yang relatif lebih sulit diubah; termasuk dalam hal ini pola makan. Untuk itu, kami membidik target anak-anak usia emas 4-5 tahun dengan metode seperti outdoor learning, outdoor activity, games, reward, dan peer group.
Semua metode itu bertujuan untuk memberikan pendidikan bagi anak usia dini dengan metode kreatif dalam meningkatkan kecintaan dan konsumsi anak terhadap sayur. Harapannya kebiasaan pola makan sehat yang akan dibangun dapat dibawa sampai ia dewasa dan akhirnya terhindar dari risiko PTM.
Program ini akan dilaksanakan di TKIT Baitussalam, Kedunug Mundu, Semarang. TK yang termasuk kategori urban ini juga ternyata memiliki masalah yang sama terkait anak dan sayuran. Alhamdulillah guru dan orangtua luar biasa antusiasnya terhadap program ini.
Pada keberjalanannya nanti, akan ada 9 episode dengan acara per-episode yang berbeda-beda. Penasaran? Simak kelanjutan kisahnya disini!
"Aku hanya melihat bundar-bundar tidak jelas,"katanya sambil memutar fokus teleskop.
"Coba kamu fokuskan lagi." akhirnya ia mendatangi teleskopnya dan membantu untuk mencari fokusnya.
"Loh kok ada bundar warna hijau tapi hijaunya sedikit sekali? Kok jadi dominan coklat?"
"Kamu ingat dulu pernah melihat planet itu?"
"Iya, dulu warnanya hijau sempurna."
-----------
Planet Sayuro. 31 Januari 2045.
Konferensi PSD (Pemimpin Sayur Dunia)
"Kita tidak bisa seperti ini terus! Bisa-bisa habis planet kita," Yora angkat bicara. Sudah lama sebenarnya ia menanti kesempatan untuk bicara di hadapan raja-raja dunia.
"Lalu kita harus bagaimana?" sahut pemimpin sidang konferensi.
"Kita harus mencari pertolongan!"
"Wah gila kamu! Planet kita ini adalah planet yang pertama kali diciptakan. Mau dikemanakan harga diri kita?" sahut yang lain.
"Hei! Masih bisa-bisanya kamu berkata seperti itu? Lihat planet kita sudah 69% dikuasai rombongan jangko. Mau sampai kapan kita seperti ini? Mau punah populasi kita?!" nada Yora semakin tinggi.
"Sudah-sudah jangan bertengkar. Yora, apakah kamu berkenan untuk mencari pertolongan? Sementara kamu mencari pertolongan, kita bersiap siaga disini," akhirnya Pemimpin sidang konferensi menengahi.
"Baik, saya dan saudara saya, YORU akan mencari bantuan ke Bumi. Mohon doanya teman-teman."
.
.
Yora dan Yoru melengos pergi.
-----------
"Yora, kita akan ke bumi bagian mana?"
"Kita cari negara yang maritimnya paling luas, dekat dengan garis khatulistiwa, negara tropis dengan tanah yang mudah ditanami. Satu-satunya cara adalah meningkatkan populasi kita dengan banyak menanam,"
Yoru mencari peta dan menunjuk di kawasan Asia Tenggara,
"Sepertinya Indonesia adalah destinasi yang baik."
"Baik, bersiaplah, Indonesia aku berharap padamu."
------------
TKIT Baitussalam,
Semarang
BUK!
Roket mendarat dengan tidak sempurna.
"Ah, aku lupa menyalakan navigasinya."
"Kita sedang dimana?"
Yora menyalakan GPSnya.
"Semarang?"
"Apakah ini tujuan utamamu?"
"Sudahlah, semoga kita bisa mendapat banyak bantuan di Semarang. Kita tidak punya banyak waktu!"
---------------------
Petualangan Yora-Yoru merupakan program edukasi kreatif untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap sayuran dalam rangka menurunkan risiko terkena penyakit tidak menular (PTM).
Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak yang lebih suka memakan junk food dibanding makanan berserat seperti sayur/buah. Selidik punya selidik, ternyata kurangnya konsumsi sayuran merupakan salah satu faktor risiko PTM yang terkait dengan pola makan masyarakat. Parahnya lagi, Riskesdas mengatakan bahwa 93,6% masyarakat Indonesia masih kurang dalam mengkonsumsi sayuran.
Untuk itu dibutuhkan upaya pengendalian pola makan, terutama dalam meningkatkan konsumsi sayuran. Namun sayangnya, orang dewasa sebagai faktor risiko yang cukup tinggi dalam terkena PTM sudah memiliki habit yang relatif lebih sulit diubah; termasuk dalam hal ini pola makan. Untuk itu, kami membidik target anak-anak usia emas 4-5 tahun dengan metode seperti outdoor learning, outdoor activity, games, reward, dan peer group.
Semua metode itu bertujuan untuk memberikan pendidikan bagi anak usia dini dengan metode kreatif dalam meningkatkan kecintaan dan konsumsi anak terhadap sayur. Harapannya kebiasaan pola makan sehat yang akan dibangun dapat dibawa sampai ia dewasa dan akhirnya terhindar dari risiko PTM.
Program ini akan dilaksanakan di TKIT Baitussalam, Kedunug Mundu, Semarang. TK yang termasuk kategori urban ini juga ternyata memiliki masalah yang sama terkait anak dan sayuran. Alhamdulillah guru dan orangtua luar biasa antusiasnya terhadap program ini.
Pada keberjalanannya nanti, akan ada 9 episode dengan acara per-episode yang berbeda-beda. Penasaran? Simak kelanjutan kisahnya disini!
Subscribe to:
Posts (Atom)
