Sunday, 5 April 2015

Dimana Kamu Meletakkan Syukur?


Dimana kamu meletakkan syukur?

Di keinginanmu yang terkabul?
Di pertemuan yang sudah kamu inginkan?
Di uang hasil jerih payahmu?
Di kabar-kabar dari orang tuamu?
Di sahabatmu?
Di jabatan barumu?
Di orang yang kamu dambakan?
Di pertemuan dengan idolamu?
Di barang yang kamu idamkan?
Di rumah yang kamu impikan?
Di cita-cita yang kamu gadang-gadang?

Lalu... bagaimana jika takdir berkata lain?

Saat keinginanmu tidak selalu terkabul,
pertemuan yang kamu inginkan tak kunjung datang,
Uang yang didapat tak seberapa,
orang tuamu sakit,
sahabatmu sibuk,
jabatanmu hiilang, 
orang yang kamu damba memilih tidak bersamamu, 
tidak dipertemukan juga dengan idolamu,
belum mampu membeli barang impian, 
rumah masih sederhana,
cita-cita belum juga tercapai. 

Masih kah kamu meletakkan syukur di hatimu? 
Atau kah tinggal tersisa gerutuan, racauan, penyesalan, raungan, kekesalan, kemarahan atas takdir-takdir yang ada? 

----------------

Bagaimana bisa kamu meletakkan rasa syukur pada sesuatu yang semu dan sementara?

Pada apapun keadaannya, bahagia adalah bentuk rasa syukur. 

Bahagia itu didatangkan, bukan mendatang-i

Begitu juga syukur. Syukur tidak datang sendiri. 
Ia di-datangkan. 
Kalau keadaan baik kamu bersyukur itu wajar. 

Tapi kalau kamu meletakkan penuh rasa syukurmu (hanya) pada apa yang kamu inginkan, 
bisa jadi ujian syukur itu akan datang dengan tidak mendatangkan apa yang kamu pinta. 

--------------


Selamat bersyukur hari ini :)

No comments: