Penanganan pertama pada kegawatdaruratan perasaan : Senyum.
Lagi jenuh? Kesel? Capek? Males?
Mending jauh-jauh dari orang banyak, wudhu, bilang asemmmm sampai bibir kamu tertarik ke atas.
Voila. Kamu kembali dalam keadaan yang (seakan) baik-baik saja. Yah setidaknya kamu tidak membuat runyam suasana (HANYA) karena ketidakstabilan perasaanmu saat itu.
Selamat senyum hari ini!
Percaya atau tidak semangat itu menular.
Dan tidak ada semangat yang ditunjukkan dengan runyaman wajah yang tak-enak-dipandang
:)
No comments:
Post a Comment