Wednesday, 12 August 2015

Dimana-mana


Apa yang kamu bayangkan saat mendengar tentang ujian?

Sumpaaaah udah ujian lagi, aku belum belajar.
Yailah hadapin aja sih.
Hmm…menakutkan.
Gatau gue bisa lulus apa engga ujiannya.
Mungkin ujian hidup?

Dunia ini keren. 
Setiap fase punya ujiannya sendiri.
Setiap orang punya ujiannya sendiri.
Setiap keadaan punya ujiannya sendiri.
Tapi, orang-orang tidak selalu sadar bahwa selama hidup ini kita akan terus berjuang menghadapi ujian demi ujian. 

Lebih sering lagi, kita mendefinisikan ujian sebagai sesuatu yang susah. Padahal, selalu ada ujian dalam setiap keadaan. Kita saja yang tidak menyadarinya, atau jangan-jangan memungkirinya?

Kita bahagia atas pencapaian. Tapi kita tidak sadar kebanggan atas pencapaian yang berlebihan ternyata berakhir pada kesombongan. Kita merasa hasil yang sudah dicapai adalah benih kerja kita seutuhnya. 
Itu ujian bagi orang yang sedang bahagia.

Kita bersedih atas pupusnya harapan. Saking sedihnya, kita menjadi tidak sadar bahwa ada zat yang Maha Memberi Harapan. Kita tidak sadar bahwa kenyataan ini adalah keadilan untuk kita.
Itu ujian bagi orang yang sedang bersedih.

Kita senang atas harta yang banyak. Mau apapun bisa dibeli saat itu juga. Saking senangnya, kita tidak sadar telah menghabiskan berapa nominal untuk membelanjakan barang yang kita inginkan --bukan yang kita butuhkan. Kita lupa berapa banyak hak yang harus dipenuhi atas setiap harta kita. Dan kita bahkan lupa sedekah sepatutnya meningkat sesuai kemampuan kita. Tapi kita lupa.
Terjebak dalam kesenangan.
Itu ujian bagi orang yang kaya.

Ujian ada dimana-mana. 
Cobalah lebih peka untuk menyadari ada ujian dalam setiap keadaan.
Kenapa? Karena lubang di diri kita terlalu banyak. Perlu stimulus dan tantangan agar lubang-lubang dalam diri kita bisa tertutupi dengan baik.

Dan orang-orang yang sadar ada ujian dalam keadaannya, akan bertindak lebih hati-hati.
Sehingga tidak berani menyulut api.
Apalagi elalu ingat mati.

Mereka akan hati-hati,
dan menguatkan diri,
bahwa hanya pada Allah segalanya --termasuk kesenangan, kesedihan, kemiskinan, kekayaan, umur,-- 
akan kembali.

----------
Semarang, 
12 Agustus 2015
11.19 PM

No comments: