Wednesday, 12 August 2015

Perasaan Bersalah

Bayangkan saya adalah seorang bos dengan anak buah yang sangat banyak. Dari banyak desas-desus yang beredar, ada satu anak yang ternyata mempunyai akhlaq yang buruk, dia suka menggelapkan uang perusahaan. Dengan berbagai trik, saya berhasil menjebaknya sehingga mendapatkan kejelasan bukti. Yah, mungkin memang tidak seberapa uang yang ia gelapkan tersebut. Saya pasti hanya ingin meminta kejujuran dalam mengakui kesalahannya. Saya ingin ia terus terang.
Ngga mungkin juga saya minta uang itu kembali, karena bisa jadi sudah ia belikan barang-barang dsb.

Pada akhirnya, pengakuan kesalahan itu menjadi sangat penting bagi saya. Ketika anak itu mengakui kesalahannya, menyesalinya, dan berjanji tidak mengulanginya, besar peluang ia masih dipertahankan.
Tapi, ketika ia tidak mengakui kesalahannya dan bahkan masih menutupinya, ah saya tidak akan mempertahankan dia lagi. Pasti.

---------

Manusia ini memang seringnya naif. Dan sombong sekali.
Seringnya merasa udah banyak kebaikan yang ia lakukan, padahal bisa saja kebaikan itu hangus dengan keburukannya yang lain.
Seringnya merasa gapunya salah apa-apa.
Seringnya merasa nggak melanggar apa-apa.
Seringnya merasa hidupnya lurus-lurus aja.

Ketika manusia sudah kehilangan rasa bersalah, disitulah keimanan dipertanyakan.
Seorang Umar saat menjabat menjadi pemimpin, menangis di setiap solat malamnya. Menangis. Ia menangis.

Kenapa? Karena merasa takut tidak adil dalam menjalankan tugasnya.

Itulah seorang Umar yang dijamin masuk surga.
Masih merasa rendah di hadapan Tuhannya.
Sangat rendah dan sangat mengais-ngais kasih sayangNya agar selalu menjaga Umar dalam keadaan yang baik.

Malu rasanya, ketika rasa bersalah ini hanya sedikit.
Tidak menangis-nangis meminta ampunanNya.
Tidak menangis-nangis meminta perlindunganNya.
Semua berjalan seakan baik-baik saja.
Dan seakan bisa berjalan sendiri tanpa kuasaNya.

YaAllah hindarkan kami dari perasaan sombong.
Hindarkan.
Buang itu jauh-jauh yaAllah.
Sesatkan rasa sombong ketika mau mendatangi kami.
Karena kami ini tidak ada apa-apanya tanpa kuasaMu.
Beneran YaAllah :(

"Manusia itu memang tempatnya khilaf dan lupa.
Dari sananya memang begitu
......
Rasulullah pun pernah berkata seperti itu.
......
Tapi yang menjadi masalah adalah ketika manusia tidak mempunyai rasa Insyaf.
Rasa ingin bertaubat."

-Cuplikan khutbah Idul Fitri-

Semarang,
26 Juli 2015

No comments: